Beberapa Produk Unggulan Mewarnai Hari Kedua "Lomba "Kampoeng koe Berkualitas:"di Merjosari Kota Malang

INDONESIASATU.CO.ID:

Malang:Hari kedua lomba penilaian "Kampoeng koe berkualitas"yang diadakan oleh PKK kelurahan Merjosari kota Malang hari ini Jum'at 9/11/2018 mengunjungi 4 RW di kelurahan Merjosari yakni: RW 4,RW 12,RW 5 dan RW 6.
Beberapa RW yang dinilai oleh juri di hari kedua lomba "Kampoeng koe Berkualitas"juga tidak kalah menariknya .Masing-masing RW juga menghias dan membuat lingkungannya senyaman mungkin antara lain dengan tanaman-tanaman hias ataupun juga tanaman obat keluarga(Toga).Sudut-sudut kampung yang sempit di antara rumah-rumah yang beberapa juga padat penduduk juga nampak indah dan tidak terkesan kumuh,karena ditata dengan rapi dan bersih.Wilayah kelurahan Merjosari sendiri juga terdiri dari berbagai macam warga dengan strata sosial yang berbeda-beda.Selain warga asli yang sudah turun-temurun tinggal di  kelurahan Merjosari,banyak juga warga pendatang baik itu keluarga ataupun anak kost yang menempati beberapa perumahan baru.

Hal menarik di kawasan RW 4 karena ada salah satu RT yang kompak antara warga dengan anak kost yang tinggal di kawasan tersebut.Antara warga dengan anak kost saling menjaga lingkungan tempat mereka tinggal dengan bersama-sama menghias lingkungan dengan gambar mural yang menarik baik itu di tembok dinding ataupun di jalan masuk RT setempat."Anak kost disini sudah membaur dengan warga dan selain mereka juga ikut menyumbang dana untuk kepentingan warga,anak-anak kost itu juga ikut menyumbangkan tenaga apabila ada kegiatan warga,"kata salah seorang ibu.

Di RW 12 juga ada potensi produk unik unggulan warga setempat seperti coklat juga masker yang terbuat dari bahan daun kelor.Menurut ketua BSM ibu Zulfah,awalnya dulu ada program pengabdian dari mahasiswa UIN malang dan mengadakan pelatihan di wilayah mereka dan membina warga untuk membuat makanan dari bahan daun kelor.
Ada juga budidaya bunga anggrek di RW 4 dan RW 5.Untuk RW 5 sendiri menurut ketua RW 5 Sugeng hadi nantinya di setiap rumah warga akan ditanam bunga anggrek untuk memperindah wilayah kampung mereka."Anggrek yang saya budidayakan ditempat saya rata-rata dari jenis anggrek jawa dan kita ambil langsung dari hutan dan kita cari yang bagus untuk diteliti di laboratorium anggrek di kota Batu,"papar Sugeng yang juga aktif di komunitas "Hunter" pemburu anggrek.

Selain program anggrek di RW 5 juga ada produk unggulan home industri seperti krupuk jamur,penyedap rasa alami yang terbuat dari kulit udang dan empal jamur.

Juri yang terdiri dari Nunuk dari RRI Malang,Kris windari dari PKK kota dan Ruly dosen S2 fakultas industri UMM juga mengatakan apresiasinya kepada warga di wilayah kelurahan Merjosari.Menurutnya warga sangat kreatif dengan membuat sesuatu yang bisa dijual dan beberapa adalah produk dengan inovasi baru.Karyanto seorang petugas dari PPL juga mengatakan bahwa PPL juga siap membantu untuk membina warga.
Untuk RW 6 selain terkenal dengan sebutan kampung lontong,karena banyak warga yang pekerjaan sehari-harinya membuat lontong,juga mempunyai produk unggulan lain yaitu minuman kesehatan dari bahan buah arbei yang memang ditanam di lingkungan mereka.Bukan hanya diolah jadi minuman tetapi juga diolah menjadi selai,cake."Sementara ini kita hanya melayani pesanan saja,karena kami lemah dalam hal pemasaran,"kata salah seorang warga.
Untuk produk kerajinan seni ada di wilayah RW 4 yaitu berupa produk pembuatan souvenir wayang kulit miniatur.(Hendro B.L)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita