Dalihnya Membantu Program Bedah Rumah, Oknum Mengaku PNS Tipu Warga Desa Margasana

INDONESIASATU.CO.ID:


Pandeglang, Banten,- Program pemerintah bedah rumah untuk warga tidak mampu, baru-baru ini dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab. Beberapa warga Kampung Kadu Parasi Rt 15/05 Desa Margasana Kecamatan Pagelaran, menjadi korban penipuan tersebut.

Kepada indonesiasatu.co.id, Jumat (9/11) warga merasa kesal dan geram terhadap oknum pelaku berinisial 'JA', yang mengaku sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) disalah satu dinas di Propinsi Banten. Perbuatan 'JA', tidak hanya sebatas menjanjikan program pemerintah saja, akan tetapi dia juga meminta sejumlah uang kepada warga yang menjadi korban.

Salah satunya Ibu rini (40), seorang warga Kampung Kadu Parasi Rt.15/05, Desa Margasana, dengan di saksikan oleh ketua Rt setempat, menyetor sejumlah uang sebesar Rp. 1 Juta kepada 'JA'. 

"Saat menyetor uang tersebut sama sekali tidak merasa ragu karena saat itu di saksikan oleh Ketua Rt. Kenapa saya ngasih uang sama dia, karena saya diiming- iming dijanjikan sama dia (pelaku), yang katanya, jika ingin cepat dikirim matrial untuk renovasi rumah itu harus terlebih dulu menyetorkan uang. Dan katanya kalau sudah setor matrial bahan bangunan rumah akan dikirim paling lambat satu minggu", tutur Rini

Rini pun kini menyesal lantaran telah tertipu oknum 'JA'. Dihadapan indonesiasatu Rini mengatakan, kalau uang sebesar Rp. 1 juta yang dia berikan kepada pelaku baginua sangat berarti. 

"Jika sudah seperti ini harus kemana saya meminta uang itu agar bisa kembali. Sekalipun foto pelaku itu ada, tapi alamat rumahnya saya tidak tahu. Perbuatan pelaku itu tidak hanya kepada saya akan tetapi menimpa tetangga saya juga pak", kesalnya seraya menambahkan, sejauh ini dirinya belum melaporkan ke kepolisian setempat, dengan alasan enggan mengurus lantaran tak punya biaya.

Sementara ditempat terpisah Kepala Desa Margasana, H Adi Saepuloh, ditemui diruang kerjanya, mengatakan, terkait adanya dugaan kasus penipuan dirinya sudah menerima laporan dari warganya yang mejadi korban. 

Adi juga membenarkan warganya telah menjadi korban penipuan orang yang tak dikenal, dengan mengaku seorang pegawai dari dinas di KP3B Serang-Banten.

"Terkait  warga yang mengalami korban penipuan orang tak di kenal itu, diantar oleh ketua Rt setempat . Saya sebatas mengetahui adanya warga yang melapor kepada saya. Yang saya ketahui, program tersebut di bawa dan didata oleh warga saya yang menjadi pengurus disalah satu partai besar peserta Pemilu 2019, berinisial 'A'. Pelaku katanya telah mengetahui dan mengantongi data warga dari hasil pendataan 'A', yang selanjutnya datang ke ketua Rt dan minta diantar ke rumah korban", jelas Adi seraya berharap pelaku penipuan tersebut dapat segera tertangkap dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. "Dalam hal ini saya tidak akan tinggal diam, apalagi yang menjadi korban adalah warga saya", cetusnya (Gus/dhank)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita