K3S Kendal Bersama Program PINTAR Latih Fasilitator Baru

INDONESIASATU.CO.ID:

Kendal - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kendal bekerjasama dengan Program PINTAR Tanoto Foundation melatih Fasilitator di kecamatan Kendal, Patebon, Cepiring, Gemuh, Kaliwungu dan Pegandon, hal ini dimaksudkan untuk mendiseminasi program PINTAR kepada guru dan kepala sekolah di kecamatan masing masing.

“Dengan adanya fasilitator di kecamatan sendiri, diharapkan peningkatan kualitas sekolah khususnya dibidang manajemen sekolah dan peran serta masyarakat akan benar benar terwujud,” kata Ninik Chaeroni Ketua K3S kecamatan Kendal di sela-sela kegiatan pelatihan fasilitator diseminasi praktik yang baik dalam manajemen sekolah dan peran serta masyarakat, Selasa (12/02/2019) bertempat di Aula SD Negeri 2 Pegulon Kendal, Jawa Tengah.

Ninik Chaeroni menjelaskan, selain pelatihan fasilitator manajemen sekolah dan partisipasi masyarakat, K3S juga akan melakukan pelatihan untuk fasilitator pembelajaran, dengan harapan setelah dilatih fasilitator tersebut akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kepala sekolah, guru dan komite sekolah digugusnya masing-masing, sehingga terjadi perubahan kualitas manajemen sekolah, peran serta masyarakat, budaya baca dan pembelajaran kearah yang lebih baik.

Pelatihan empat hari yang dimulai sejak tanggal 9-12 Februari tersebut diikuti oleh 38 orang kepala sekolah dari Kecamatan Kendal, Patebon, Cepiring, Gemuh, Kaliwungu dan Pegandon. Kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan fasilitator Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di tingkat gugus untuk jenjang sekolah dasar.

Dengan dilatihnya fasilitator di tingkat gugus, diharapkan kegiatan Kelompok Kerja Gugus (KKG) juga akan semakin berkualitas dan menjadi sarana mengembangkan potensi guru.

Sementara itu, Government and Liaison PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah, Yenny Efisari menjelaskan bahwa indikator-indikator PINTAR merupakan capaian yang selaras dengan program pemerintah. Program PINTAR menguatkan pada tiga poin utama yaitu pada manajemen sekolah, pembelajaran aktif, dan penguatan budaya baca.

“Setiap indikator telah kita perinci menjadi sub-sub indikator. Dari indikator-indikator ini, kita akan lebih mudah mencapai target mutu pendidikan berkualitas. Misalnya indikator guru menunjukkan praktik yang baik dalam pembelajaran, siswa menunjukkan perilaku belajar yang positif, guru kelas awal menunjukkan cara yang baik dalam mengajar membaca dan matematika, kepemimpinan dalam pembelajaran di sekolah, ataupun sekolah melakukan kegiatan untuk menciptakan budaya baca,” kata Yenny Efisary.

Yenny mengungkapkan bahwa di hari terakhir akan ada materi sehari untuk penguatan peran serta masyarakat dan bagaimana menjadi seorang fasilitator yang baik, sehingga peserta akan mampu memfasilitasi dan mendampingi dengan baik. Selain itu, mereka juga akan menyusun rencana tindak lanjut implementasi diseminasi pelatihan dan pendampingan di masing masing gugus.

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita