Tanoto Foundation dan 9 LPTK Kembangkan Modul Calon Guru Profesional

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta – Untuk menghasilkan calon guru profesional yang mampu menerapkan pembelajaran aktif, dosen harus menjadi model praktik yang baik dalam menerapkan belajar aktif, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca. Calon guru juga harus memiliki pengalaman praktik mengajar di sekolah yang telah menerapkan praktik baik tersebut. Dua hal itulah yang menjadi topik utama dalam lokakarya adaptasi modul untuk lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang diselenggarakan Program PINTAR Tanoto Foundation di Jakarta (18/10/2018). 

“Kami akan membantu LPTK dalam mengembangkan perkuliahan untuk calon guru yang menekankan pada kegiatan praktik. Para dosen pedagogi dan yang menjadi instruktur PPG (pendidikan profesi guru) akan dilatih menggunakan adaptasi modul praktik baik ini. Mereka juga akan dilibatkan dalam melatih sekolah dan madrasah mitra LPTK yang akan menjadi tempat praktik mengajar calon guru,” kata Stuart Weston, direktur program PINTAR Tanoto Foundation di sela-sela acara.

Lokakarya adaptasi modul ini melibatkan perwakilan dosen dari 9 LPTK mitra dan fasilitator nasional. Mereka mereviu dan mengembangkan modul praktik baik tersebut agar relevan digunakan untuk perkuliahan. Termasuk meningkatkan integrasi LPTK dan sekolah sebagai tempat praktik mengajar yang baik bagi mahasiswa calon guru dalam menerapkan pembelajaran aktif dan budaya baca. 

Dr. Abdul Rozak, perwakilan dari Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam Kemenag, mengatakan pihaknya tengah merancang program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PPKB) untuk guru yang telah bersertifikasi.

“Para guru yang telah mendapat sertifikasi dari jalur portofolio perlu suntikan pembelajaran terbarukan. Modul ini akan membantu sekali dalam program PPKB untuk guru-guru madrasah,” katanya kepada peserta yang hadir.

Sementara Dr. Rosmiati, dosen FKIP Universitas Jambi, dalam proses diskusi menyebut modul ini sangat relevan untuk perkuliahan bagi calon guru dan mahasiswa yang melakukan praktik pengalaman lapangan.

“Konten dalam modul ini mendekatkan mahasiswa pada penerapan praktik baik pembelajaran aktif di kelas,” tukasnya. 

Hal senada juga disampaikan Prof. Dr. Lambang Subagyo, dosen FKIP Universitas Mulawarman. Pengelolaan lingkungan belajar manjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam perkuliahan. “Pajangan hasil karya mahasiswa juga menjadi bagian yang perlu dikelola sebagai bagian dari sumber belajar,” katanya 

Modul pelatihan ini berisi materi tentang pembelajaran aktif yang memfasilitasi siswa menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi, pengelolaan lingkungan belajar, budaya baca, praktik mengajar di sekolah, manajemen yang mendukung keberhasilan pembelajaran, melibatkan peran serta masyarakat, dan teknik memfasilitasi dan mendampingi yang efektif. 

Para dosen LPTK yang terlibat berasal dari Universitas Mulawarman, IAIN Samarinda, Universitas Sebelas Maret Surakarta, UIN Walisongo, Universitas Jambi, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Universitas Riau, UIN Sumatera Utara, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita